"akankah semua seperti biasanya lagi?" suatu retorika yang kudendangkan di hari hari
aku termenung,mencoba melihat kegelapan di masa lalu
begitu gelap,amat gelap,tak setitik pun cahaya kulihat
hanya kata balas dendam dan kebencian yang begitu jelas terpancar
indah ini sekarang begitu membuaiku
aku hanya ingin aku selalu hidup untuk menggores pena demi keindahanmu
aku ingin tetap termenung memandangmu
tetap setia menungguimu di kala hujan kegalauan yang tak reda menerpa para jiwa sepi
seakan begitu egois kita berjalan hirup semua udara bahagia bersama
dan lingkar bumi ini tak cukup andai waktu terhenti dan kita tetap bersanding ceritakan indahmu dari lisanku
kata hanyalah pewujud indahmu yang kadang luntur oleh waktu
tataplah langit,wahai gadis yang kupuja segala keindahannya
suatu saat nanti jika aku tak lagi ada disandingmu,memujamu seperti sedia kala
tataplah langit,lalu jika engku berjalan sendiri ditengah hiruk pikuk kepalsuan duia
jika kau berjalan sendiri,di sudut dunia manapun dan kau rasakan seseorang ada di sampingmu dengan begitu hangatnya
itulah aku,mencintaimu dimanapun kau berada...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar